Metode Uji Narkoba

Gas Chromatography

gas Chromatography menggunakan teknik separasi untuk membagi ekstrak urine kedalam bagian-bagian tertentu. Gas membawa urine melalui kolom-kolom chromatographic, dan sampel dipisahkan pada temperatur mendidih dan afinitasnya pada kolom. Campuran diidentifikasi oleh timing pemisahan, dikenal dengan retention time. Retention time ini bersifat unik pada berbagai jenis narkoba dan itu ditunjukkan pada kolom chromatographic


Thin Layer Chromatography (TLC)

TLC dilakukan dengan menambahkan larutan (solvent) kedalam urine untuk mengekstrak narkoba kemudian membandingkan spot-spot warna pada piring TLC (Nightbyrd). akurasinya sangat rendah dan test ini jarang dipakai. Test ini didasarkan pada perbedaan angka migrasi dari sejumlah zat pada medium porous. derajat migrasi dan karakteristik warna berbagai narkoba bersifat unik. Test ini dapat mendeteksi adanya narkoba tapi tidak dapat mendeteksi kadarnya. Jadi sifatnya hanya menyediakan respon Positive/Negative. TLC dapat mendeteksi hanya pada sejumlah kecil zat selama 12-24 jam setelah konsumsi, dan kebanyakan menghasilkan respon keliru yang sangat tinggi (negative).  Kit TLC dinamakan ToxiLab. Kit ini telah ditinggalkan pada sebagian besar bagiannya.

Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC/MS)

prosedur paling presisi untuk deteksi zat-zat terlarang adalah kombinasi dari GC dan MS. Gas Chromatography/Mass Spectrometry adalah proses dua langkah, dimana GC memisahkan sampel dalam bagian-bagian komposisi, sementara MS menguji identifikasi susunan molekuler dari sampel. ketika sampel dari GC memasuki MS, mereka dibombardir oleh elektron, yang menyebabkan senyawa terpecah dalam fragmen-fragmen molekuler. Pola pecahannya menunjukkan karakteristik, dan di sebut “sidik jari molekuler” dari suatu senyawa. Gas Chromatography/Mass Spectrometry merupakan metode paling definitif untuk memastikan keberadaan narkoba dalam urine dan mendekati 100 hingga 1000 kali lebih sensitif ketimbang TLC (Thin Layer Chromatography). Selective Ion Monitoring telah dikembangkan untuk meningkatkan metode GC/MS. Prosedur ini cukup mahal, rata-rata mendekati 200 dolar per sampel test.

High Performance Liquid Chromatography

Biasa digunakan untuk mendeteksi steroid anabolik. Mirip dengan GC, kecuali cairan yang digunakan untuk membawa sampel melewati kolom chromatographic tidak dipanasi.HPLC lebih sensitif dan spesifik dan lebih cepat daripada GC. GC dan HPLC adalah metode yang cukup dipercaya untuk pemeriksaan, dan memungkinkan determinasi yang luas pada berbagai senyawa narkoba. HPLC dipakai untuk memeriksa level kafein dalam urine.Beberapa steroid bisa dianalisa dengan teknik ini, namun teknik GC dan HPLC kurang sensitif untuk mendeteksi beta-adrenergic blockers (obat-obatan yang nama generiknya seperti Acebutolol,  Atenolol,  Betaxolol,  Carteolol,  Labetalol,  Lopressor®,  Nadolol,  Corgard®, Oxprenolol,  Penbutolol, Pindolol, Visken®,  Propranolol,  Inderal®,  Sotalol, Timolol dan Blocadren®)

Advertisements

2 responses to “Metode Uji Narkoba

  1. Salam kenal. Ini kunjungan perdana, belum sempat baca-baca yang lain. Ditunggu kunjungan baliknya. Salam

  2. NICE INFO
    ku bs minta info tentang prosedur penggunaannya yang HPLC, KLT Densitometer, n IR gk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s