Printer: Sekali Pake, Rusak Langsung Buang

jadi bangkai

jadi bangkai

Persaingan antar merek printer memang sangat ketat, tapi ada satu hal yang kini menjadi tren para pabrikan printer, mereka berusaha membuat printer dengan umur sependek mungkin, diduga supaya siklus penjualan berjalan secepat mungkin. Setiap seri baru muncul, sebenarnya tidak ada revolusi teknologi, yang ada hanya polesan teknologi yang lama.


Diantara para reseller printer mungkin sudah memaklumi hal ini, “pabrikan sebenarnya bukan menjual printer, tapi menjual tinta”, pemeo ini sudah seribu kali terdengar. Terima kasih kepada para hacker yang sudah memecahkan kode resetter untuk setiap keluaran printer baru, tanpa mereka, akan banyak printer masuk tong sampah, atau dikembalikan ke pabrikan dengan ongkos mahal dan waktu terbuang.

Tiga merek printer yang selama ini memegang supremasi di Indonesia (tak perlu disebutkan namanya, mungkin anda sudah tau) dalam kampanyenya selalu menganjurkan memakai tinta asli, karena kalo pake tinta palsu, printer gampang rusak. Lha…harga tinta asli berapa? satu paket cartridge bisa 3/4 harga printer baru, kalo tinta asli habis? sama artinya kita beli printer baru…ini penipuan konsumen (kalo gak mau dibilang pemerasan)

Sekali lagi kita ucapkan terima kasih bagi supplier tinta suntik atau infus, tanpa kreatvitas mereka, bakal banyak uang rakyat habis, tak bisa beli sembako…hahah

Sebenarnya untuk apa pabrikan sekarang menggunakan resetter cartridge? resetter ini merupakan alat atau program untuk mengembalikan status printer kembali normal, setiap printer sekarang dipasang sensor yang menghitung berapa kali head printer bergerak hilir mudik (kekiri kekanan), biasanya setelah puluhan ribu kali, printer akan hang (macet). Yang berwenang memakai resetter ini hanya distributor resmi. perangkat ini tidak diperjual-belikan (disitu curangnya). Sehingga kalo printer hang, harus kembali ke reseller/toko, dengan keluar duwit puuhan ribu hanya untuk sekali colek saja (menyedihkan memang). Pada seri-seri printer keluaran sebelum tahun 2004, perangkat ini tidak ada, makanya jarang printer dulu bertele-tele.

Semestinya agar printer itu mau dibilang bagus, pabrikan harus membuatnya tahan lama, efisien, cepat dan kualitas cetak sempurna, bukan sebaliknya. gimana menurut anda?

Advertisements

6 responses to “Printer: Sekali Pake, Rusak Langsung Buang

  1. Hai, friend ketemu lagi nee… 😆
    Tyan mau kasih award…
    Coz, tyan suka banget dengan gaya tulis & foto-foto editannya..(kapan-kapan boleh dunk dieditti…halah…)
    mampir yuh ke http://tyanjogjack.wordpress.com/

  2. hai jg tyan, keukeuh jg ni org, boleh deh nanti tak editin fotonya…

  3. Weleh2weleh…
    Yg ngunjungi cewek semua nih…

    Umur printer emang ngak ada yg panjang ..

  4. Licik, dasar Kapitalis. Ini namanya penjajahan corporasi besar thd konsumen. Hidup para Hacker…

  5. Yah yang pasti kita bakal milih yg lebih ekonomis
    Hehehe

  6. whoops..berjunjung dengan peace 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s