PC Branded “Lokal” (Loyo Sekallee)

Dimulai Sejak intel launching Pentium D (kuartal 3 tahun 2005), hampir seluruh reseller terbesar di tiap ibukota Provinsi mendapat lisensi dari distributor resmi intel Jakarta untuk membuat PC Branded (built-up) Lokal. Saya masih ingat saat seremoni di Jambi, MC sambil mendesis-desis mengatakan “Jangan lagi beli PC rakitan, beli yang branded karena lebih terpercaya” mungkin dia tidak tahu yang diundang saat itu sebagian besar adalah reseller yang menjual PC rakitan. Tapi semua memaklumi bahwa si MC sebetulnya “Gaptek”.


nooh...cuma ini ilustrasinya, (takut ada yg tersinggung)

nooh...cuma ini ilustrasinya, (takut ada yg tersinggung)

Seiring berjalannya waktu dan persaingan harga, PC branded lokal bisa dikatakan tidak berjaya di dunia persilatan. karena PC branded lokal itu tak lain adalah PC rakitan yang diberi merek lokal alias namanya saja yang branded tapi isinya sama persis dengan rakitan. Lho kok bisa begitu? Kenapa konsumen tidak tahu? atau itu hanya sentimen negatif dari para reseller yang tak kebagian lisensi membuat PC branded?

Nha…ketauhilah…wahai temand, fakta sesungguhnya, yang dinamakan PC branded (built-up) adalah PC yang dibuat oleh pabrikan dimana semua komponen yang ada didalam PC itu adalah buatan pabrikan itu sendiri, atau memakai komponen dari pabrikan lain yang telah memberi lisensi sehingga merek komponen resmi jadi milik pemegang lisensi. contohnya Lenovo, HP, Acer, Dell, de-el-el. pada merek-merek tersebut, semua komponen luar-dalam sudah jadi paten pabriknya. Itu baru namanya branded sejati.

Sebaliknya, nama PC branded lokal (biasanya berupa idiom populer setempat), anda bisa liat mereknya di permukaan casing, monitor, keyboard dan mouse. tapi kalo PC itu dibedah, keliatan maindboard, hardisk, memory, vga, cd-rom dari  merek lain dan tidak punya sangkut paut (history) dengan pabrik komponen itu.

kenapa PC branded mereka sulit menguasai pasar? logikanya, semua vendor di Indonesia  (apakah itu toko besar, maupun toko kecil) mendapatkan suplai komponen dari pabrik yang sama, dan belum ada vendor Indonesia yang bisa membuat sendiri komponen vitalnya, otomatis harga hanya selisih sangat kecil, sekitar 20 – 50 ribu rupeh saja. paling-paling mereka diuntungkan dari segi distribusi karena mendapatkan diskon, namun itu tidak lantas membuat perbedaan nyata, karena yang paling berperan dalam penetapan harga setiap reseller di Indonesia adalah biaya operasional. Sebagai perbandingan, Toko Besar menggaji banyak karyawan dan biaya overhead yang jauh lebih besar dari toko kecil, yang kadang tidak menggaji karyawan (krn memang gak punya karyawan kali yah..)

Toko kecil bisa ngirit biaya begitu ekstrim, hal inilah yang membuat Toko besar pusing, mungkin saja improvisasi mengeluarkan PC branded Lokal adalah gagasan untuk tetap survive ditengah perairan keruh pasar, lalu mereka mem blow-up isu branded…halah. Nyatanya setelah berjalan beberapa kuartal, PC branded Lokal akhirnya ikut-ikutan perang harga, dengan terjun ke harga dibawah 3 juta (yang merupakan pangsa terbesar) karena mainstream konsumen PC di Indonesia adalah kelompok “Price Sensitive” (apalagi sekarang krisis global). Akibatnya kita tahu sendiri, barang yang dijual sangat jauh dari kualitas “branded”

Service center mereka selalu rame karena banyak yang komplain (banyak komponen murahan kali isinya), mau bukti? datang aja. Temen saya yang pernah beli PC mereka (ngangsur lagi) dilayani dengan baik, tapi nunggu seminggu karena antrian, padahal yang rusak cuma sepele (power supply mati, tinggal ganti aja 100 ribu), trus teknisinya bilang yang rusak mainboard jadi nunggunya lama. Dia ke service center atas saran saya juga, kerana masih masa garansi jadi saya gak berani buka casingnya, siapa tahu dapat gratis beneran. Seminggu berlalu, sang teknisi bilang ganti mainboard (hahahaha….saya ngakak abis saat itu), harga mainboard 450 ribu rupeh, tapi dia cukup bayar 100 ribu saja (dibilang diskon, padahal dugaanku itu harga power supply, huahakhakhaks). Anda mau coba?

Advertisements

4 responses to “PC Branded “Lokal” (Loyo Sekallee)

  1. Itu servicenya yang sok tau apa emang dia cuma ngasih kesan baik ma konsumen y?

  2. gak kok yam, mslhnya diservice center mereka punya bagian yang spesialis buat kena marah2, jadi it’s OK aja konsumen mo menggonggong, service tetap berlalu

  3. belum banyak pengalaman yang aku dengar dari pengguna PC built-up di Indonesia. ada yang pernah menggunakannya?

    aku lagi tertarik ama komputer built-up Alienware ALX X-58. speknya: intel® Core™ i7 Extreme 3.2GHz 8MB Cache, Chipset: Intel® X58 Chipset “Nehalem” Processor Family Supported, 12GB Triple Channel DDR3 at 1600MHz, Graphic Card 2GB ATI® Radeon™ HD 4870 X, harddisk 1 TB. mantap, bung!

  4. mas… saya sedang kesukitan mencari PC rakian yang harga’ya agak miring…. tp saya ga tw harus nyari knama… jakarta kan luas,,,,,>
    tolong bantu saya ya…?

    thank’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s