Stalingrad Catastrophe

Hitler di tahun 1942 terfokus di selatan dengan melancarkan Operation Blau menuju minyak di Kaukasus dan Stalingrad. Hampir seluruh minyak Rusia bersumber dari tiga ladang minyak di Kaukasus, dan dikirim oleh tanker-tanker menuju sungai Volga dan jalur kereta api sepanjang pinggiran sungai. Sungai Don, sungai terbesar ke dua di rusia, mengalir dari arah kanan di selatan Voronezh terus ke tenggara sekitar 250 mil (400 km), sebelum berbelok ke barat daya menuju laut Azov. Skenarionya adalah untuk mengirim Tentara grup selatan sepanjang sungai Don, kemudian menyeberang sungai Volga di sebelah utara kota industri utama Stalingrad, jadi memotong rute suplai minyak Rusia. Fase kedua memungkinkan pergerakan ke Kaukasus untuk merebut ladang-ladang minyak. Rencana ini tidak membutuhkan perebutan kota Stalingrad, tapi Hitler menginginkannya karena merupakan nama simbolis (Kota Stalin).


tentara Rusia mempertahankan voronezh selama Operation Blau

tentara Rusia mempertahankan voronezh selama Operation Blau

Kampanye berjalan buruk bagi tentara merah. Marsekal Timoshenko merencanakan ofensif dari Bulge, Barvenkovo, untuk merebut lagi Kharkov, kota Rusia terluas yang diduduki Jerman, tapi tidak tahu bahwa Jerman sedang merencanakan operasi Fredericus. Timoshenko diserang pada 12 Mei, 6 hari sebelum operasi Fredericus, dan saat cuma ada satu tangkai penjepit (taktik jepitan tang Jerman) di selatan, Kleist terburu-buru meluncurkan “Satu Tangan Fredericus” pada 17 mei, dan pada tanggal 22 mendekat ke perangkap. Timoshenko meminta bala-bantuan, Tapi Stalin bilang “Jika ada tentara dijual di pasar, saya akan belikan untuk anda, sayangnya nggak ada”. Dia kemudian minta izin menarik pasukan namun terlambat. Tiga Grup tentara Rusia tersapu, 29 divisi hancur, lebih dari 200.000 tentara ditawan dan hampir 400 tank hilang sebelum dimulainya operasi besar Jerman.

mayat korban sipil yang disandera dan deksekusi Jerman dibiarkan tergeletak dihalaman sekolah di Rostov - Don

mayat korban sipil yang disandera dan deksekusi Jerman dibiarkan tergeletak dihalaman sekolah di Rostov - Don

Hasil di selatan juga tak kalah buruk, upaya mencegah akses Jerman ke selat Kerch, mengarah ke Kaukasus, menjadi malapetaka dengan kehilangan 30.547 tentara (hampir setengah dari 62.500 tentara yang ikut baku tembak). Untuk ofensif utama, jenderal Bock punya empat grup tentara Jerman dan empat tentara satelit. Penjepit utara, sepanjang sungai Don, terdiri dari Panzergruppen IV (kolonel jendral Hoth) dan Panzergruppen VI (kolonel jendral Paulus). Penjepit selatan Panzergruppen I (Jenderal Kleist) panzergruppen XVII (jendral Ruoff) dan Tentara Grup XI (kolonel jendral von Manstein) siap merebut Sevastopol. Tentara Satelit, Hungaria ke II, Italia ke VIII dan rumania ke III melindungi rusuk Jerman sepanjang sungai Don. Jendral Bock punya 89 divisi termasuk 9 divisi Panzer yang sebagian besar mendekati kekuatan penuh.

23 Agustus Jendral von Richtoffens melancarkan pemboman massal ke Stalingrad mengakibatkan korban sipil luar biasa

23 Agustus Jendral von Richtoffens melancarkan pemboman massal ke Stalingrad mengakibatkan korban sipil luar biasa

Pada awal musim panas, seluruh sayap selatan Rusia kollaps dibawah beratnya serangan Jerman. Namun Kepanikan singkat merebak pada 19 Juni, ketika sebuah pesawat ringan yang membawa seorang mayor berikut dokumen ofensif fase pertama, mendarat darurat dibelakang garis Rusia. Namun Stalin yang pada tahun 1941 salah menyangka sasaran prioritas ekonomi Hitler, kini malah mengabaikan dokumen itu sebagai informasi sesat, dua hari sebelum ofensif dimulai.

Wajah Stalingrad di tepi sungai Volga, beratnya pertempuran menjadikannya kota hantu

Wajah Stalingrad di tepi sungai Volga, beratnya pertempuran menjadikannya kota hantu

Industri mesin perang Rusia mulai dipulihkan dari kekacauan massif akibat okupasi Jerman dan kehilangan selama relokasi. Ekonomi Rusia dimodifikasi untuk perang. Manajer-menajer industri, pekerja, para pensiun dan remaja semuanya bekerja membabi-buta untuk meningkatkan output. Produksi tank berat di transfer ke Ural, sementara Moscow dan Kuibyshev berubah menjadi produsen pesawat tempur. Pekerja Rusia memproduksi 4.861 tank dan 3.301 pesawat sejak Januari hingga maret. Setiap kuartal di tahun itu menunjukkan peningkatan, dan puncaknya dalam grand total 1942 tercapai 21.681 pesawat tempur dan 24.446 tank.

unit anti tank Jerman dilatar belakangi asap tebal dari ladang minyak yang terbakar di Maikop

unit anti tank Jerman dilatar belakangi asap tebal dari ladang minyak yang terbakar di Maikop

Sejak Stalingrad dapat menjadi starting point tekanan kearah utara menuju moscow, kota itu dipertahankan oeh 74 divisi, 7 Korps lapis baja, dan 37 brigade dengan 1.3 juta personil. Jendral Bock melepas 2 dari 3 korps Panzergruppen IV dalam suatu gerakan yang tidak perlu untuk merebut kota itu pada 13 Juli, membuang-buang mobilitas mereka. Pertahanan Rusia kehilangan 370.000 orang, tapi seluruh Front Barat Daya dapat pindah ke Timur sepanjang Don, yang lebih baik komandonya dengan dibantu persenjataan berat. Untuk blunder ini, Hitler mencopot jendral Bock, yang seterusnya menjadi kambing hitam atas segala kegagalan misi berikutnya, termasuk malapetaka Stalingrad.

tentara Jerman yang sekarat di front, kehilangan kakinya dan menghadapi maut yang tak terelakkan

tentara Jerman yang sekarat di front, kehilangan kakinya dan menghadapi maut yang tak terelakkan

Hitler membagi grup tentara Selatan pada Keputusan No.43 (11 Juli) dan No.45 (23 Juli) yang menggambarkan perebutan Pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam Rusia, sehingga juga memotong rute suplai sekutu melalui Iran. Keputusan No 44 (21 Juli) memerintahkan pemotongan jalur kereta api Murmansk. Bila target tersebut di atas tercapai, satu-satunya rute suplai tersisa adalah menyeberang Pasifik dan Siberia, dan distribusinya, kecuali lewat udara, akan menjadi separuhnya.

wajah lain stalingrad, pertempuran tak berujung ditepi Volga

wajah lain stalingrad, pertempuran tak berujung ditepi Volga

Pergerakan jalan kaki tentara Jerman menghasilkan sedikit pengurungan, dan lebih sedikit tawanan dari jumlah yang diharapkan. tetapi Hitler mengabaikan bukti bahwa Front-front barat daya dan selatan bergerak mundur sepanjang sungai Don. Hanya pada 13 Juli Hitler memerintahkan tentara Panzer ke IV di transfer ke tentara Grup A, menyeberang sungai Don lewat Konstantinovka dan berbelok ke tepi timur menuju rostov untuk mengurung tentara Rusia yang dia yakini masih di sebelah barat sungai. Hujan lebat musim semi dan kurangnya bahan bakar menghalangi pergerakan, namun Front selatan akhirnya terlampaui juga. Pertengahan juli Jendral halder mengakui dalam diarinya, peremehan Hitler atas musuh yang begitu kuat, membuat skenario menjadi mustahil.

badai salju Rusia tak hanya mematikan infantri Jerman, tapi menimbulkan masalah serius bagi panzer yang tidak didesain untuk iklim salju

badai salju Rusia tak hanya mematikan infantri Jerman, tapi menimbulkan masalah serius bagi panzer yang tidak didesain untuk iklim salju

Komandan yang terpilih mempertahankan Stalingrad adalah letjen Vassily Chuykov. Selama aktivitas mundur dia mengobservasi taktik Jerman yang begitu tergantung pada pola koordinasi – panzer tidak bergerak sebelum pesawat tempur datang, infantry tidak bergerak tanpa panzer – dan merasakan perilaku infantri membuka tembakan sebelum jarak tembak, menyimpulkan Jerman tidak menyukai pertempuran jarak dekat. Chuykov memutuskan untuk menjaga garis front sedekat mungkin dengan Jerman sehingga mereka tidak dapat menggunakan pesawat dan panzernya karena takut melukai infantri mereka sendiri. Lebih mudah dikatakan daripada di jalankan, tapi dengan luasnya teritori, yang sebagian besar puing-puing, memberikan peluang bagi orang-orang Chuykov memanfaatkan tembakan senjata ringan. Ini juga tidak menjamin karena moral pasukan yang rendah. Pesan Komandan Front Yeremenko dan Pemimpin Staff Politik, Nikita Khruschev bersama perintah 227 dari Stalin “Jangan coba-coba mundur selangkah pun”.

pertempuran getir di Stalingrad, seorang anggota detasemen senapan mesin Jerman, kotak amunisi kosong dibelakang mereka jadi saksi sengitnya mempertahankan puing-puing

pertempuran getir di Stalingrad, seorang anggota detasemen senapan mesin Jerman, kotak amunisi kosong dibelakang mereka jadi saksi sengitnya mempertahankan puing-puing

Hampir semua pertempuran terjadi dibalik gedung-gedung, dari ruangan ke ruangan,  dan struktur tentara normal yang terdiri atas pleton homogen jadi tidak ada artinya. Chuykov mereorganisir tentara ke 62 kedalam “grup-grup badai” terdiri dari 20-50 infantri, 2 atau 3 meriam, dan satu squad penyapu ranjau, penyembur api dan peledak. Mereka mempelajari perilaku musuh, dan kemungkinan serbuan saat tentara Jerman Makan, tidur atau ganti penjaga. Grup-grup serbu terdiri atas 6 – 8 orang masing-masing dilengkapi senapan mesin ringan, 10-12 granat, sebuah belati dan sekop penggali (lebih banyak dipakai dalam duel ketimbang menggali). Ketika mereka memberi sinyal bahwa mereka telah “didalam’, grup bala bantuan mengikuti dengan senapan mesin berat, crowbars, kampak dan peledak. elemen ketiga, grup cadangan punya fungsi sama, bisa di split kedalam grup serbu lainnya.

Ranjau digunakan pertama kali melawan sebuah gedung tempat Jerman menembaki kapal ferri (satu-satunya jalur suplai tentara ke 62 Rusia menyeberang Volga) Penyapu ranjau menghabiskan waktu 2 minggu menggali terowongan menuju titik dibawah gedung, dan 3 ton peledak melempar satu garnisun Jerman terbang ke langit. Ranjau ini kemudian digunakan secara intensif dalam berbagai pertempuran.

Tak semua pertempuran terjadi dalam gedung-gedung. Kota Stalingrad bentuknya memanjang bermil-mil mengikuti tepi barat sungai Volga, dan dua komplek pabrik raksasa, (pabrik barikade dan traktor) ikut kontes selama pengepungan. Sebuah bukit kecil, Mamayev Kurgan, yang menjangkau pusat kota, dibom begitu ganas sehingga membuat tanahnya terlalu panas bagi salju untuk membeku.

Sebagian besar artileri Rusia dideploy di tepi timur Volga mengarah ke dalam kota. Tidak ada kabel telepon yang tahan air, sehingga komunikasi dengan tepi timur tergantung pada kabel biasa yang harus diganti tiap beberapa hari dibawah hujan peluru. Chuykov harus memindahkan markasnya berkali-kali.

Usaha untuk mengusir Jerman dengan menyerang ke utara tidak berhasil. pada 12 September Zhukov kembali dari Stalingrad, melapor ke Stalin, lalu, ketika stalin mempelajari peta, berkata ke Vasilevsky, “kita harus mencari solusi lain”. Stalin memerintahkan mereka mencarinya dan melaporkannya malam besok. Ketika selesai, mereka memberikan proposal dengan dua poin utama: pertama, mereka harus menahan laju Jerman dengan mempertahankan kota sekuat mungkin, dan kedua, mereka harus membangun kekuatan untuk mengurung Jerman dengan sebuah gerakan tangkai jepit pada tentara Rumania yang mengawal rusuk Jerman.

Zhukov dan Vasilevsky memperkirakan assembling membutuhkan kekuatan dan suplai sedikitnya dalam 45 hari, sehingga counter-offensive dapat dimulai November. Stalin menyetujuinya, segera Zhukov dikirim kembali ke Stalingrad untuk mengarsiteki sektor utara, dan beberapa hari kemudian mengirim vasilevsky ke sektor selatan. Sekuriti ketat diberlakukan, dan tidak ada komunikasi lewat telepon atau radio antar perwakilan Stavka yang ditempatkan sepanjang Stalingrad – Moscow. Semua laporan dilakukan secara lisan menghadap langsung Stalin. Komandan Front diberitahu awal Oktober tapi sub-komandan tidak tahu apa-apa hingga sebulan kemudian. Jikalau memungkinkan, tentara, peralatan dan suplai dipindahkan pada malam hari, dan angkatan udara berusaha menghalangi pengintai udara Jerman.

perwira infantri Jerman dengan lencana salib besi kelas 1 sedang memberi perintah

perwira infantri Jerman dengan lencana salib besi kelas 1 sedang memberi perintah

Ketiga Front di deploy 66 divisi dan 19 brigade infantri, 8 divisi kavaleri kuda, 5 korps dan 15 brigade tank, 2 korps mekanis, didukung 6 satuan Udara. Tidak semua unit dalam kekuatan penuh, tapi total 1.143.500 personil, 13.500 meriam kaliber 3 inci atau lebih, 894 tank sudah melampaui perkiraan Komando Tinggi Jerman tentang kekuatan tentara merah di lapangan. Gerakan raksasa seperti itu tidak dapat disembunyikan secara total, tapi Jerman tetap tidak menyadari skala dan tujuan mereka. Kolonel Gehlen, kepala departemen intelijen “Tentara Asing timur” menerima prediksi kabur dari skenario jepitan utara.

Bagian penting dari plan adalah ofensive dari front barat dan Kalinin, untuk mencegah kekuatan mobile Jerman ditransfer ke Stalingrad. Pada 17 November, Stalin mengirim Zhukov untuk memimpinnya, vasilevsky tetap di Stalingrad untuk mengkoordinir 3 front. mereka berdua ibarat tinju bergantian yang akan memukul Jerman.

Pada 23 Oktober Inggris menyerbu mesir, dan pada 2 November Pasukan Rommel mulai mundur. 7 November Tentara Amerika mendarat di Afrika Utara, sehingga Hitler menempatkan banyak pasukan ke Tunisia, dan pada 8 November menginvasi jajahan prancis itu. Pada 19 November Rusia memulai counter-ofensif. Selama periode ini Hitler berada di Berghof, ditemani segelintir staf dari Komando Tinggi, OKW dan tak ada dari OKH (Komando Tinggi angkatan darat yang bertanggung jawab di front timur) yang bermarkas di Ratensburg. 23 November HItler tiba di Ratensburg dan ketika menemui Zeitzler dengan setumpuk masalah urgent, Hitler langsung menon-job kan dia keesokan harinya.

Jerman kekurangan cadangan pasukan di rusuk Don yang panjang, dan dengan keyakinan bahwa Rusia tak punya cadangan, Hitler mempercayakan pertahanan (dari barat ke timur) pada tentara Hungaria ke II, Italia ke VIII dan Rumania ke III. Orang-orang Rumania bertempur dengan berani saat merebut teritorial mereka di Moldavia, Bessarabia dan Bukovina, tapi mereka kurang bernafsu untuk mati demi Jerman di pedalaman Rusia. Meski mereka dilindungi dengan bombardemen 80 menit dari 3500 meriam yang membuka serangan pada pukul 6.30 pagi 19 November 1942. OKH membentengi mereka dengan divisi panzer ke 14 dan 22. Kamuflase panzer yang dilapisi bahan khusus ternyata menarik perhatian tikus-tikus ladang, yang menggerogoti insulasi dari kawat-kawat elektrik di jalur sarang-sarang mereka.Ketika Lapis baja T-34 Romanenko datang,  banyak panzer-panzer yang tidak bisa menyala. Lima dari sepuluh Divisi Grup Rumania ke III terpaksa menyerah pada 21 November.

Jepitan selatan diluncurkan 20 November dari 3 Grup Front Stalingrad, langit pagi Stalingrad yang dingin memerah ketika salvo 5000 meriam dan 3500 peluncur roket Stalin mengamuk tanpa ampun menghantam kantong Jerman bertubi-tubi. Rusia meraih kejutan total dan dengan cepat menampar divisi infantri motor Jerman ke 29 dan empat dari tujuh divisi Tentara Rumania ke IV. Pada 23 november kedua Jepitan bertemu di selatan Kalach, menjepit Grup Jerman ke VI dan sebagian Panzer ke IV dan Tentara Rumania ke IV, total 20 divisi Jerman dan 2 Divisi Rumania.

22 November Hitler memerintahkan komandan Tentara ke VI, kolonel Jendral Paulus memindahkan markas ke Stalingrad dan bersiaga mempertahankannya. Paulus mengeluh, karena tahu komandan Tentara Grup B, jendral Weich, hanya punya sedikit amunisi dan bahan bakar serta 6 hari ransum. Jika disuplai dari udara, dia akan coba bertahan, namun paling tidak ia hanya mengisi celah yang ditinggalkan Rumania, akhirnya dia minta izin untuk menerobos mundur ke barat daya. 23 November Paulus dengan bantuan weich, meradio Hitler minta izin meninggalkan Stalingrad. Hitler menolak, disokong oleh kesanggupan Goering (komandan AU Jerman) pada tanggal 24 November bahwa Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) akan mensuplai Stalingrad dari udara.

Hal ini menjadi tidak realistis. Suplai minimum untuk kelangsungan pasukan membutuhkan 750 ton perhari, tapi standar pesawat transport Junkers ju 52 Luftwaffe hanya bisa mengangkut 2,5 ton, jadi sedikitnya dibutuhkan 300 penerbangan perhari. Jam siang yang pendek di musim dingin, dan dari tujuh landasan udara di area Stalingrad, hanya Pitomnik yang bisa beroperasi malam hari. Pesawat menjadi tak bisa beroperasi di musim dingin, dan armada transport mendapat serangan berat, faktor-faktor ini membuat janji Goering jadi omong kosong. Pada hari dia menjanjikan, Wolfram von Richthofen, pemimpin Lufflotte 4, memberitahu, pengiriman siang terbaik hanya 289 ton, rata-rata yang bisa dilakukan hanya 100 ton. Rusia mengisi koridor jalur udara dengan meriam-meriam anti pesawat dan patroli pesawat tempur konstan. Mereka menjatuhkan 325 pesawat transport dan 165 bomber Jerman.

27 November, Hitler memerintahkan tentara ke XI dari Vitebsk ke selatan, dan komandannya marsekal von Manstein, memimpin grup tentara Don yang baru. Diatas kertas mereka punya 4 divisi panzer, 16 divisi infantri dan 2 divisi kavaleri diluar kurungan, dan 22 divisi dalam kurungan. Akan tetapi, hanya satu divisi yang mendekati kekuatan penuh. Dua divisi panzer lainnya masing-masing cuma punya 30 panzer. Bagaimanapun juga Manstein berencana untuk bergerak, membiarkan Hitler percaya bahwa dia membantu Stalingrad, namun sebenarnya sedang  membuka koridor untuk pasukan mundur. Rusia memprediksi Manstein akan mengambil rute terpendek, lantas mengirim tentara membantu lapis baja ke 5 untuk membubarkan Manstein.

19 Desember Manstein meminta Paulus menerobos, namun Paulus menolak karena kekurangan bahan bakar. Rusia mengirim 2 pasukan lagi untuk serangan 24 Desember, dan dalam tiga hari mereka memaksa jendral Hoth mundur ke posisi start semula. Tentara Paulus sedang menghadapi kiamat.

Pada akhir tahun Hitler memerintahkan Kops Panzer SS dari Perancis untuk menolong. Sementara pasukan Jerman di Stalingrad kelaparan dan mati kedinginan. Mereka memakan hampir 7000 kuda mereka, dan ransum harian turun hingga 200 gram daging kuda, 70 gram roti dan 14 gram margarin atau lemak. 8 Januari 1943 perwakilan stavka (Voronov) dan Rokossovsky meminta Paulus menyerah, namun dia menolak, sehingga 10 Januari Rokossovsky memulai operasi Koltso (cincin) untuk menghancurkan kantong Jerman. Empat hari kemudian pangkalan udara Pitomnik jatuh, menyisakan hanya jalur udara sekunder Jerman di pangkalan Gumrak. Malam hari 16 Januari area Jerman terbelah dua.

jerman kehilangan 200.000 tentara di Stalingrad, tampak barisan panjang tawanan Jerman melewati padang beku

jerman kehilangan 200.000 tentara di Stalingrad, tampak barisan panjang tawanan Jerman melewati padang beku

Gumrak jatuh pada 21 Januari dan Paulus memindahkan markas ke basement sebuah departemen store di dalam kota. 23 Januari kembali Hitler menyerukan larangan menyerah dan pada 30 Januari dia mempromosikan Paulus menjadi Marsekal, sebuah isyarat halus untuk bunuh diri, karena tak seorangpun Marsekal Jerman yang pernah menyerah. 30 Januari, jendral Shumilov, memimpin tentara ke 64 rusia, mengintai Paulus dengan mengirim tank dan infantri motor bersama petugas intelijen, letnan Ilchenko. Beberapa saat ketika mereka mulai membombardir departemen store, seorang petugas Jerman muncul dan berkata pada Ilchenko “bos kami ingin bicara dengan bos anda”. Ilchenko meradio Shumilov, yang kemudian mengirim Kepala Operasi dan Intelijen untuk bernegosiasi. kantong Selatan akhirnya menyerah pada 31 Januari, dan kantong utara 2 februari.

Kekalahan Jerman di kampanye Stalingrad, mengakibatkan 91.000 tentara jadi tawanan, namun karena sudah dilemahkan oleh kelaparan, kedinginan dan tifus, kebanyakan mereka tewas dalam tahanan, hanya 6000 personel yang selamat. Di dalam kota, 147.200 personil Jerman dan 46.700 personil Rusia tewas. 84.000 Tentara Jerman diterbangkan dalam keadaan luka berat namun kebanyakan pesawat mereka ditembak jatuh. Total kehilangan Jerman (tewas, tertangkap, hilang, atau invalid) mencapai 226.000 personil, dan penggantian mereka umumnya inferior dibanding mereka yang hilang. 24 Jenderal Jerman dan 2.400 perwira menjadi tawanan perang. Operasi militer berakhir pada jam 16.00 tanggal 2 Feburari 1943. Fantasi Nazi menguasai ladang-ladang minyak hingga timur tengah, dan untuk bertemu dengan Jepang di India berubah jadi mimpi buruk.

Sebaliknya, bagi Rusia, Pertempuran Stalingrad merupakan pertempuran monumental dan kota itu menjadi “Kota Pahlawan” Rusia, dari sebuah perang Patriotik besar.

berikut ini dokumenter brutalnya Battle of Stalingrad

Advertisements

2 responses to “Stalingrad Catastrophe

  1. Gw suka tulisan ini…Kalo Hitler fokus ke Moskow gak ke selatan menurut elo Jerman bisa menang perang gak?

  2. bisa saja, karena terbukti blunder hitler memberikan waktu bagi moskow untuk memobilisasi pabrik2 dan satuan2 tempur dari trans siberia, sehingga daya pukul rusia pulih kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s